Navigasi Materi

1. Eksponen


Sebelum belajar tentang eksponen, yuk kita ingat kembali pelajaran tentang pemangkatan(eksponen) ketika SMP. Silakan klik tautan berikut: Operasi Bilangan Berpangkat dan Notasi Ilmiah.

A. Konsep Pemangkatan

Perhatikan perkalian berikut.

\[ 2\times2\times2\times2\times2=32 \]

Karena bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 5 kali, perkalian tersebut dapat ditulis lebih singkat menjadi:

\[ 2^5=32 \]

Bentuk \(2^5\) dibaca dua pangkat lima.

Secara umum,

\[ a^n=\underbrace{a\times a\times\cdots\times a}_{n\text{ faktor}} \]

Keterangan:

  • \(a\) disebut basis atau bilangan pokok.
  • \(n\) disebut eksponen atau pangkat.
  • \(a^n\) disebut bentuk perpangkatan.

Contoh lainnya:

\[ 3^4=3\times3\times3\times3=81 \]

\[ 5^3=5\times5\times5=125 \]

B. Memahami pangkat nol dan pangkat negatif

Kalau \[ 2^5=32 \] artinya bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 5 kali, lalu bagaimana dengan \[ 2^0 \] apakah artinya 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 0 kali? Atau bagaimana jika \[ 2^{-3} \] apakah artinya 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak -3 kali? Tentu tidak!! 

Benar, bahwa semua bilangan berpangkat dengan pangkat positif merupakan perkalian berulang dengan jumlah faktor positif. 

Tetapi, tidak untuk bilangan berpangkat nol maupun negatif. Lalu bagaimana dengan bilangan berpangkat nol maupun pangkat negatif? Perhatikan penjelasan berikut!

1. Pangkat nol

Kita telah mengetahui hasil dari bilangan berpangkat positif. Perhatikan, ternyata hasilnya membentuk suatu pola. Lihat polanya!

\[ \begin{aligned} 2^3&=8\\ 2^2&=4\\ 2^1&=2\\ 2^0&=1 \end{aligned} \]

Ternyata, polanya adalah: jika setiap pangkatnya turun satu nilai, maka hasilnya dibagi 2. Akhirnya kita menemukan dalam urutan pola itu nilai untuk, \(2^0=1\).

Jadi untuk setiap bilangan real \(a\neq0\),

\[ a^0=1 \]

Daftar bilangan berpangkat itu dapat kita teruskan menurut pola yang telah terbentuk, sehingga kita sampai pada bilangan berpangkat negatif. Berikut penjelasannya:

2. Pangkat negatif

Mari kita teruskan sesuai polanya, jiak pangkatnya berkurang satu maka hasilnya dibagi 2.

\[ \begin{aligned} 2^3&=8\\ 2^2&=4\\ 2^1&=2\\ 2^0&=1 \\2^{-1}&=\frac{1}{2}\\  2^{-2}&=\frac{1}{4}\end{aligned} \]

Jadi, pangkat negatif menyatakan kebalikan dari perpangkatan dengan pangkat positif.

\[ a^{-n}=\frac{1}{a^n},\qquad a\neq0 \]

Ingat bahwa bilangan \[ \frac{1}{0}\] tidak didefenisikan. Jadi untuk bilangan negatif tidak boleh menggunakan basis (bilangan pokok 0)

Contoh:

\[ 2^{-3}=\frac{1}{2^3}=\frac18 \]

\[ 5^{-2}=\frac{1}{5^2}=\frac1{25} \]

Pangkat negatif menunjukkan bahwa kita mengambil kebalikan dari bilangan yang berpangkat positif. Perhatikan bahwa bilangan berpangkat, baik yang berpangkat positif, berpangkat 0, maupun berpangkat negatif, selalu menghasilkan bilangan positif. Kita bisa membuktikan hasil tersebut dengan melihat grafik fungsi bilangan berpangkat.

Coba ketikkan fungsi \[y=3^x\] dan lihat grafiknya! Apakah grafik selalu berada pada sumbu-y positif? Yuk, kita bereksperimen dengan fungsi eksponen lainnya dan perhatikan bentuk grafiknya!

C. Sifat-sifat bilangan berpangkat

Sifat-sifat berikut akan sangat membantu dalam menyederhanakan bentuk eksponen.


D. Pemangkatan dengan basis bilangan bulat

Basis bilangan bulat dapat berupa bilangan positif, nol, atau bilangan negatif. Namun, kita perlu memperhatikan penggunaan tanda kurung.

D.1. Basis positif

\[ 4^3=4\times4\times4=64 \]

D.2. Basis negatif

Jika basis negatif dipangkatkan dengan bilangan bulat, tanda hasilnya bergantung pada apakah pangkatnya genap atau ganjil. Untuk lebih jelas, perhatikan hasil bilangan berpangkat berikut!

\[ (-2)^2=(-2)(-2)=4 \]

\[ (-2)^3=(-2)(-2)(-2)=-8 \]

\[ (-2)^4=(-2)(-2)(-2)(-2)=16 \]

\[ (-2)^4=(-2)(-2)(-2)(-2)(-2)=-32 \]

\[ (-2)^4=(-2)(-2)(-2)(-2)(-2)(-2)=64\]

Perhatikan hubungan antara nilai pangkat dan tanda (positif/negatif) dari hasilnya. Ternyata kita dapatkan aturan untuk tanda dari hasil bilangan berpangkat yang basisnya negatif, yaitu:

  • Basis negatif dengan pangkat genap menghasilkan bilangan positif.
  • Basis negatif dengan pangkat ganjil menghasilkan bilangan negatif.

D.3. Perbedaan yang sering mengecoh

Perhatikan bentuk bilangan berpangkat yang hampir sama, tetapi maknanya berbeda. Bandingkan kedua bentuk berikut.

\[ (-3)^2=(-3)(-3)=9 \]

\[ -3^2=-(3^2)=-9 \]

Pada bentuk pertama, tanda negatif termasuk dalam basis karena ada tanda kurung. Sedangkan pada bentuk kedua, pangkat dihitung terlebih dahulu, kemudian diberi tanda negatif.

Contoh soal 1

Tentukan nilai dari:

\[ A=(-2)^4+(-2)^3-2^2 \]

Pembahasan:

\[ \begin{aligned} A&=16+(-8)-4\\ &=16-8-4\\ &=4 \end{aligned} \]

Jadi, \(A=4\).

E. Pemangkatan dengan basis pecahan

Lalu, bagaimana kalau basisnya berupa bilangan pecahan? Konsepnya dapat dibaca pada tautan Operasi Bilangan Berpangkat dan Notasi Ilmiah. Basis pecahan dipangkatkan dengan cara memangkatkan pembilang dan penyebutnya.

\[ \left(\frac ab\right)^n=\frac{a^n}{b^n} \]

dengan \(b\neq0\).

Contoh soal 1

\[ \left(\frac23\right)^3 =\frac{2^3}{3^3} =\frac8{27} \]

Untuk pangkat negatif, kita perlu memahami penjelasan di atas tentang bilangan berpangkat dengan basis pecahan dan bilangan berpangkat dengan pangkat negatif.

\[ \left(\frac23\right)^{-2} =\left(\frac32\right)^2 =\frac94 \]

Pangkat negatif membuat pecahan dibalik, lalu pangkat positif diterapkan.

Contoh soal 2

Sederhanakan:

\[ \left(\frac34\right)^2 \times\left(\frac34\right)^{-1} \]

Pembahasan:

Karena basisnya sama, pangkat dapat dijumlahkan.

\[ \begin{aligned} &\left(\frac34\right)^{2+(-1)}\\ &=\left(\frac34\right)^1\\ &=\frac34 \end{aligned} \]

Jadi, hasilnya adalah \(\frac34\).

F. Pangkat pecahan

Kita sudah belajar tentang pangkat bilangan bulat, pangkat, o, dan pangkat negatif. Bagaimana jika eksponen(pangkatnya) merupakan bilangan pecahan? Bentuk ini berhubungan dengan operasi akar. Pelajari terlebih dahulu materi tentang bentuk akar dari suatu bilangan

dan

\[ a^{\frac mn}=\sqrt[n]{a^m} \]

Contoh:

\[ 16^{\frac12}=\sqrt{16}=4 \]

\[ 27^{\frac23}=\sqrt[3]{27^2} =\sqrt[3]{729}=9 \]

Untuk bilangan real, bentuk akar berpangkat pecahan harus memenuhi syarat keberadaan akar real. Khusus akar berindeks genap, bilangan di dalam akar harus tidak negatif.

Contoh soal 3

Hitung nilai:

\[ 81^{\frac34} \]

Pembahasan:

\[ 81^{\frac34}=(\sqrt[4]{81})^3 =3^3=27 \]

Jadi, hasilnya adalah \(27\).

G. Bagaimana dengan basis negatif dan pangkat pecahan?

Bagian ini memerlukan perhatian khusus.

Misalnya:

\[ (-8)^{\frac13}=\sqrt[3]{-8}=-2 \]

Hasilnya merupakan bilangan real karena akar pangkat tiga dari bilangan negatif diperbolehkan.

Sebaliknya,

\[ (-8)^{\frac12}=\sqrt{-8} \]

Tidak memiliki nilai real, karena akar kuadrat bilangan negatif tidak terdefinisi dalam bilangan real.

Untuk eksponen pecahan yang penyebutnya genap, basis negatif pada umumnya tidak menghasilkan nilai real. Untuk eksponen pecahan dalam bentuk lain, kita perlu memeriksa definisi dan penyederhanaannya dengan hati-hati.

H. Memahami Fungsi Eksponen

H.1. Apa itu fungsi eksponen?

Pada perpangkatan biasa, kita menghitung nilai suatu bilangan, misalnya \(2^3=8\). Dalam fungsi eksponen, variabel terletak pada bagian pangkat.

Bentuk umumnya adalah:

\[ \boxed{f(x)=a^x} \]

dengan syarat:

\[ a>0,\qquad a\neq1 \]

Keterangan:

  • \(a\) adalah basis tetap.
  • \(x\) adalah variabel pada eksponen.
  • \(f(x)\) adalah nilai fungsi.

Contoh fungsi eksponen:

\[ f(x)=2^x \]

Jika \(x=3\), maka:

\[ f(3)=2^3=8 \]

Jika \(x=-2\), maka:

\[ f(-2)=2^{-2}=\frac14 \]

Jadi, variabel \(x\) boleh bernilai positif, nol, maupun negatif.

G.2. Membuat tabel nilai dan grafik

Perhatikan fungsi:

\[ f(x)=2^x \]

Tabel nilainya:

\(x\)

\(f(x)=2^x\)

\(-3\)

\(\frac18\)

\(-2\)

\(\frac14\)

\(-1\)

\(\frac12\)

\(0\)

\(1\)

\(1\)

\(2\)

\(2\)

\(4\)

\(3\)

\(8\)

G.3 Eksplorasi Grafik Fungsi Eksponen

Geser nilai basis untuk melihat bagaimana bentuk grafik berubah.



Basis \(a\)

2

0,5

1

2

3

4

Grafik meningkat: semakin besar \(x\), semakin besar \(a^x\).

Sketsa grafik; sumbu vertikal ditampilkan dengan skala visual yang disederhanakan.

C. Sifat-sifat fungsi eksponen

Untuk \(f(x)=a^x\), dengan \(a>0\) dan \(a\neq1\):

  1. Domain atau daerah asal adalah seluruh bilangan real.
  2. Range atau daerah hasil adalah bilangan real positif, yaitu \(f(x)>0\).
  3. Grafik selalu melalui titik \((0,1)\), karena \(a^0=1\).
  4. Grafik tidak memotong sumbu \(x\).
  5. Jika \(a>1\), grafik meningkat.
  6. Jika \(0<a<1\), grafik menurun.
  7. Sumbu \(x\) menjadi asimtot horizontal, yaitu garis yang didekati grafik tetapi tidak disentuh.

Contoh soal 4

Diketahui \(f(x)=3^x\). Tentukan:

a. \(f(2)\)

b. \(f(0)\)

c. \(f(-2)\)

Pembahasan:

\[ f(2)=3^2=9 \]

\[ f(0)=3^0=1 \]

\[ f(-2)=3^{-2}=\frac19 \]

Jadi, berturut-turut diperoleh \(9\), \(1\), dan \(\frac19\).

D. Membandingkan fungsi eksponen yang meningkat dan menurun

Perhatikan dua fungsi berikut:

\[ f(x)=2^x \]

\[ g(x)=\left(\frac12\right)^x \]

Keduanya memiliki basis positif, tetapi bentuk grafiknya berbeda.


Fungsi meningkat

\[ f(x)=2^x \]

Karena \(a>1\), nilai fungsi bertambah saat \(x\) bertambah.


Fungsi menurun

\[ g(x)=\left(\frac12\right)^x \]

Karena \(0<a<1\), nilai fungsi berkurang saat \(x\) bertambah.

Menariknya, kedua fungsi tersebut memiliki hubungan:

\[ \left(\frac12\right)^x=2^{-x} \]

Artinya, fungsi kedua dapat dipandang sebagai fungsi pertama dengan variabel \(-x\).

C. Penerapan Eksponen dalam Kehidupan Sehari-hari

Fungsi eksponen sangat berguna ketika suatu kuantitas berubah dengan faktor pengali yang tetap dalam setiap selang waktu yang sama.

C.1 Pertumbuhan bakteri

Misalkan satu bakteri membelah menjadi dua setiap satu jam. Jika mula-mula terdapat 100 bakteri, jumlahnya menjadi:

  • Setelah 1 jam: 200 bakteri.
  • Setelah 2 jam: 400 bakteri.
  • Setelah 3 jam: 800 bakteri.
  • Setelah 4 jam: 1.600 bakteri.

Pola tersebut dapat dituliskan:

\[ N(t)=100\cdot2^t \]

Keterangan:

  • \(N(t)\) = jumlah bakteri setelah \(t\) jam.
  • 100 = jumlah bakteri mula-mula.
  • 2 = faktor pertumbuhan setiap jam.

Contoh soal 5

Berapa jumlah bakteri setelah 6 jam?

Pembahasan:

\[ \begin{aligned} N(6)&=100\cdot2^6\\ &=100\cdot64\\ &=6.400 \end{aligned} \]

Jadi, jumlah bakteri setelah 6 jam adalah 6.400 bakteri, berdasarkan model tersebut.

C.2 Bunga majemuk dan tabungan


Dalam bunga majemuk, bunga yang diperoleh pada suatu periode ikut menjadi bagian dari modal periode berikutnya.

Rumusnya:

\[ A=P(1+r)^t \]

Keterangan:

  • \(A\) = nilai akhir tabungan.
  • \(P\) = modal awal.
  • \(r\) = suku bunga per periode dalam bentuk desimal.
  • \(t\) = banyaknya periode.

Contoh soal 6

Seseorang menabung Rp2.000.000 dengan bunga majemuk 5% per tahun. Berapa nilai tabungannya setelah 3 tahun, jika tidak ada biaya atau penarikan?

Pembahasan:

\[ \begin{aligned} A&=2.000.000(1+0,05)^3\\ &=2.000.000(1,05)^3\\ &=2.315.250 \end{aligned} \]

Jadi, nilai tabungannya adalah Rp2.315.250.

C.3 Peluruhan zat radioaktif



Beberapa zat radioaktif mengalami peluruhan sehingga jumlah zat yang tersisa semakin sedikit seiring waktu.

Jika waktu paruh suatu zat adalah \(T\), model sederhananya:

\[ N(t)=N_0\left(\frac12\right)^{t/T} \]

Keterangan:

  • \(N_0\) = jumlah zat mula-mula.
  • \(N(t)\) = jumlah zat yang tersisa setelah waktu \(t\).
  • \(T\) = waktu paruh.

Contoh soal 7

Suatu zat radioaktif memiliki massa awal 80 gram dan waktu paruh 5 tahun. Berapa massa yang tersisa setelah 15 tahun?

Pembahasan:

\[ \begin{aligned} N(15)&=80\left(\frac12\right)^{15/5}\\ &=80\left(\frac12\right)^3\\ &=80\cdot\frac18\\ &=10 \end{aligned} \]

Jadi, massa yang tersisa adalah 10 gram.

D. Penyusutan nilai barang

Misalnya, sebuah perangkat elektronik memiliki harga awal Rp10.000.000 dan nilainya turun 20% setiap tahun.

Model penyusutannya:

\[ V(t)=10.000.000(0,8)^t \]

Setelah 2 tahun:

\[ V(2)=10.000.000(0,8)^2 \]

\[ V(2)=10.000.000(0,64) \]

\[ V(2)=6.400.000 \]

Nilai berdasarkan model tersebut menjadi Rp6.400.000. Dalam kenyataan, harga jual barang bekas tidak selalu mengikuti persentase penurunan yang tetap.

E. Penyebaran informasi digital

Sebuah pesan awalnya diterima oleh 5 orang. Jika setiap orang meneruskan pesan kepada 3 orang baru pada setiap tahap, model ideal untuk banyak penerima pada tahap ke-\(n\) adalah:

\[ N(n)=5\cdot3^n \]

Pada tahap ke-4:

\[ N(4)=5\cdot3^4=405 \]

Model ini mengasumsikan setiap penerusan menjangkau orang baru, sehingga tidak selalu mencerminkan penyebaran informasi yang sebenarnya.

Kesimpulan aplikasi

Situasi

Model eksponen

Jenis perubahan

Pertumbuhan bakteri

\(N_0(1+r)^t\)

Pertumbuhan

Bunga majemuk

\(P(1+r)^t\)

Pertumbuhan

Peluruhan radioaktif

\(N_0(\frac12)^{t/T}\)

Peluruhan

Penyusutan nilai barang

\(V_0(1-r)^t\)

Peluruhan

Penyebaran informasi

\(N_0a^t\)

Pertumbuhan ideal

BAB 4. Latihan Soal

Sekarang saatnya peserta didik mencoba menyelesaikan soal secara mandiri. Latihan berikut bergerak dari pemahaman dasar menuju penerapan.

Kuis Eksponen

0 dari 8 dijawab

1. Nilai dari 3⁴ adalah ...

A. 12

B. 27

C. 64

D. 81

2. Nilai dari 2⁻³ adalah ...

A. −8

B. −1/8

C. 1/8

D. 8

3. Nilai dari (−3)³ adalah ...

A. −27

B. −9

C. 9

D. 27

4. Nilai dari (2/5)² adalah ...

A. 4/10

B. 4/25

C. 2/25

D. 25/4

5. Nilai dari 16^(1/2) adalah ...

A. 2

B. 4

C. 8

D. 16

6. Jika f(x) = 2ˣ, nilai f(−2) adalah ...

A. −4

B. −1/4

C. 1/4

D. 4

7. Grafik f(x) = (1/3)ˣ bersifat ...

A. Meningkat

B. Menurun

C. Selalu nol

D. Tidak terdefinisi untuk x negatif

8. Modal Rp1.000.000 bertambah 10% per tahun secara majemuk. Nilai setelah 2 tahun adalah ...

A. Rp1.100.000

B. Rp1.200.000

C. Rp1.210.000

D. Rp1.220.000

Periksa Jawaban

Jawab semua soal untuk melihat hasil dan pembahasan.

Latihan mandiri tertulis

A. Pemahaman konsep

  1. Tuliskan \(5\times5\times5\times5\) dalam bentuk perpangkatan dan tentukan hasilnya.
  2. Hitung \((-4)^3\).
  3. Hitung \(-4^3\).
  4. Sederhanakan \(2^5\times2^3\).
  5. Sederhanakan \(\frac{7^6}{7^2}\).
  6. Hitung \(\left(\frac34\right)^{-2}\).
  7. Hitung \(125^{2/3}\).
  8. Sederhanakan \(\frac{3^4\times3^{-2}}{3}\).

B. Fungsi eksponen

9. Diketahui \(f(x)=4^x\). Tentukan \(f(-1)\), \(f(0)\), dan \(f(2)\).

10. Buatlah tabel nilai untuk \(f(x)=\left(\frac12\right)^x\), dengan \(x=-2,-1,0,1,2\).

11. Jelaskan mengapa grafik \(f(x)=5^x\) meningkat, sedangkan grafik \(g(x)=\left(\frac15\right)^x\) menurun.

12. Apakah titik \((2,16)\) terletak pada grafik \(f(x)=4^x\)? Jelaskan.

C. Soal kontekstual

13. Populasi awal suatu koloni bakteri adalah 200. Populasi tersebut menjadi dua kali lipat setiap 30 menit. Berapa jumlah bakteri setelah 2 jam?

14. Seseorang menabung Rp5.000.000 dengan bunga majemuk 4% per tahun. Tentukan nilai tabungan setelah 2 tahun.

15. Sebuah benda memiliki massa awal 160 gram. Massanya menjadi setengah setiap 3 jam. Berapa massa yang tersisa setelah 9 jam?

16. Jumlah pengguna suatu aplikasi mula-mula 500 orang. Jika jumlahnya menjadi dua kali lipat setiap bulan, berapa pengguna yang diperkirakan ada setelah 5 bulan?

17. Sebuah mesin dibeli seharga Rp20.000.000. Nilainya diperkirakan menyusut 10% per tahun. Tentukan nilai mesin setelah 3 tahun.

18. Sebuah populasi dimodelkan oleh \(P(t)=300(1,2)^t\). Tentukan populasi awal dan persentase pertumbuhan setiap periode.