Laboratorium Statistika • Paket 20
Uji Nonparametrik: Mann–Whitney dan Wilcoxon
Memilih metode saat data tidak memenuhi asumsi parametrik, memahami peringkat, dan mencoba kalkulator interaktif.
1. Apa itu uji nonparametrik?
Uji nonparametrik merupakan metode statistik yang tidak mengandalkan asumsi distribusi populasi tertentu seketat beberapa uji parametrik. Banyak uji nonparametrik menggunakan peringkat data, sehingga berguna untuk data ordinal atau data numerik yang sangat tidak simetris.
Namun, bukan berarti uji nonparametrik selalu lebih baik. Pilihan uji tetap bergantung pada pertanyaan penelitian, desain sampel, skala data, dan asumsi yang relevan.
Membandingkan dua kelompok independen menggunakan peringkat. Sering dipakai sebagai alternatif uji-t independen ketika sesuai dengan desain dan asumsi.
Menganalisis selisih dua pengukuran berpasangan, misalnya sebelum dan sesudah pada peserta yang sama.
Nama lain yang sering digunakan untuk keluarga uji peringkat dua sampel independen; berkaitan erat dengan Mann–Whitney U.
2. Bagaimana memilih uji?
Contoh: nilai kelas A dibandingkan dengan nilai kelas B → pertimbangkan Mann–Whitney U.
Contoh: skor sebelum dan sesudah pelatihan → pertimbangkan Wilcoxon signed-rank.
Mann–Whitney menguji perbedaan distribusi/peringkat; tidak selalu tepat disederhanakan menjadi “membandingkan median” kecuali bentuk distribusi kedua kelompok memiliki karakteristik yang sesuai. Wilcoxon signed-rank juga memiliki asumsi tentang distribusi selisih untuk interpretasi tertentu.
3. Kalkulator Mann–Whitney U (pendekatan normal)
Masukkan data dua kelompok, pisahkan angka dengan koma. Kalkulator menggabungkan data, memberi peringkat rata-rata untuk nilai yang sama (ties), menghitung U, lalu memperkirakan nilai-p dua arah menggunakan pendekatan normal dengan koreksi ties dan tanpa koreksi kontinuitas.
Nilai-p adalah pendekatan normal, bukan nilai eksak. Untuk sampel kecil, terutama dengan banyak nilai sama, gunakan perangkat statistik yang menyediakan uji eksak atau metode yang sesuai.
4. Kalkulator Wilcoxon signed-rank (pendekatan normal)
Masukkan selisih berpasangan (sesudah − sebelum, misalnya). Nilai selisih nol diabaikan; selisih absolut diberi peringkat rata-rata jika ada nilai yang sama. Kalkulator menghitung statistik W⁺ dan memperkirakan nilai-p dua arah.
Pendekatan normal ini bersifat aproksimasi. Untuk sampel sangat kecil, data dengan banyak selisih nol atau ties, hasil dari perangkat statistik yang mendukung metode eksak dapat berbeda.
5. Contoh membaca hasil
Jika nilai-p = 0,032 dan \(\alpha=0{,}05\), keputusan umum adalah menolak \(H_0\). Ada bukti statistik untuk perbedaan yang diuji oleh metode tersebut.
Jika nilai-p = 0,14 dan \(\alpha=0{,}05\), belum cukup bukti untuk menolak \(H_0\). Ini tidak membuktikan bahwa kedua kelompok pasti sama.
6. Latihan dengan kunci jawaban
Soal 1. Nilai dari dua kelas yang berbeda dibandingkan, dan data sangat menceng. Uji nonparametrik mana yang dapat dipertimbangkan?
Soal 2. Skor siswa yang sama diukur sebelum dan sesudah pelatihan. Uji mana yang dapat dipertimbangkan?
Soal 3. Apakah Mann–Whitney selalu merupakan uji median?
Soal 4. Nilai-p = 0,08 pada α = 0,05. Apa kesimpulan yang tepat?
Soal 5. Mengapa nilai yang sama (ties) perlu ditangani saat memberi peringkat?
7. Kuis pemahaman
8. Ringkasan
- Mann–Whitney U: dua kelompok independen, analisis berbasis peringkat.
- Wilcoxon signed-rank: data berpasangan, analisis selisih dan peringkatnya.
- Nilai-p dibandingkan dengan α untuk membantu mengambil keputusan uji.
- Metode nonparametrik tetap memiliki asumsi; perhatikan desain sampel, ties, ukuran sampel, dan cara menghitung nilai-p.
