BARISAN DAN DERET
ARITMETIKA & GEOMETRI
Mengenali pola bilangan, menemukan suku berikutnya, dan menghitung jumlah suku melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian barisan dan deret.
- Mengenali pola barisan aritmetika dan geometri.
- Menentukan beda atau rasio suatu barisan.
- Menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama.
- Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan barisan dan deret.
A. Mengenal Barisan dan Deret
1. Barisan bilangan
Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang mengikuti pola atau aturan tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku.
Barisan tersebut bertambah 2 setiap langkah. Bilangan 2 adalah suku pertama, 4 suku kedua, 6 suku ketiga, dan seterusnya.
2. Deret bilangan
Deret adalah penjumlahan suku-suku suatu barisan.
Berupa urutan bilangan.
Berupa penjumlahan bilangan.
B. Barisan dan Deret Aritmetika
1. Pengertian barisan aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih tetap antara dua suku berurutan. Selisih tetap tersebut disebut beda dan dilambangkan dengan b atau d.
Perhatikan selisih antarsuku:
Jadi, beda barisan tersebut adalah b = 3.
Beda dapat bernilai positif, negatif, atau nol.
- Beda positif: 2, 5, 8, 11, ... (bertambah).
- Beda negatif: 20, 16, 12, 8, ... (berkurang).
- Beda nol: 7, 7, 7, 7, ... (tetap).
2. Menentukan suku ke-n barisan aritmetika
Untuk menentukan suku tertentu, kita dapat menggunakan rumus berikut.
a = suku pertama, b = beda, n = nomor suku, dan Un = suku ke-n.
Diketahui barisan 5, 8, 11, 14, ... Tentukan suku ke-10.
Penyelesaian:
- Suku pertama: a = 5.
- Beda: b = 8 − 5 = 3.
- Nomor suku: n = 10.
- Gunakan rumus:
Diketahui barisan 30, 26, 22, 18, ... Tentukan suku ke-8.
a = 30 dan b = 26 − 30 = −4.
3. Menentukan beda dan suku pertama
Jika diketahui dua suku yang tidak berurutan, beda dapat dicari dengan memperhatikan jarak nomor sukunya.
Diketahui U3 = 11 dan U7 = 27. Tentukan beda barisan tersebut.
Untuk mencari suku pertama:
4. Pengertian deret aritmetika
Deret aritmetika adalah penjumlahan suku-suku dari barisan aritmetika.
Jumlah lima suku pertama disebut S5.
5. Rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika
Sn = jumlah n suku pertama.
Hitung jumlah 10 suku pertama dari deret 2 + 5 + 8 + 11 + ...
- a = 2, b = 3, dan n = 10.
- Tentukan suku ke-10:
- Gunakan rumus jumlah:
6. Contoh aplikasi aritmetika dalam kehidupan
Rani menabung Rp5.000 pada minggu pertama. Setiap minggu, jumlah uang yang ditabung bertambah Rp2.000. Berapa uang yang ditabung pada minggu ke-8?
a = 5.000, b = 2.000, n = 8.
Baris pertama sebuah aula memiliki 12 kursi. Setiap baris berikutnya memiliki 3 kursi lebih banyak daripada baris sebelumnya. Jika terdapat 10 baris, berapa jumlah seluruh kursi?
a = 12, b = 3, n = 10.
Suku ke-10:
Jumlah seluruh kursi:
Susunan batu bata dibuat bertingkat. Tingkat pertama terdiri atas 20 batu bata. Setiap tingkat berikutnya berkurang 2 batu bata. Jika terdapat 8 tingkat, berapa jumlah batu bata seluruhnya?
a = 20, b = −2, n = 8.
C. Barisan dan Deret Geometri
1. Pengertian barisan geometri
Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki perbandingan atau hasil bagi tetap antara dua suku berurutan. Perbandingan tetap tersebut disebut rasio dan dilambangkan dengan r.
Setiap suku diperoleh dengan mengalikan suku sebelumnya dengan 2.
Jadi, rasio barisan tersebut adalah r = 2.
Rasio dapat berupa bilangan positif, negatif, pecahan, atau lebih dari satu.
Nilai suku membesar.
Nilai suku mengecil.
Tanda suku bergantian.
Setiap suku dikali 1/2.
2. Menentukan rasio
Tentukan rasio dari barisan 5, 15, 45, 135, ...
Jadi, setiap suku dikalikan 3.
3. Menentukan suku ke-n barisan geometri
a = suku pertama, r = rasio, n = nomor suku.
Diketahui barisan 2, 6, 18, 54, ... Tentukan suku ke-6.
a = 2, r = 3, n = 6.
Diketahui barisan 64, 32, 16, 8, ... Tentukan suku ke-6.
a = 64 dan r = 3264 = 12.
4. Pengertian deret geometri
Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan geometri.
5. Jumlah n suku pertama deret geometri
Untuk r tidak sama dengan 1, rumus jumlah n suku pertama adalah:
Kedua bentuk tersebut setara jika digunakan sesuai nilai r. Jika r = 1, maka Sn = n × a.
Hitung jumlah 5 suku pertama dari deret 2 + 6 + 18 + 54 + ...
a = 2, r = 3, n = 5.
Pemeriksaan: 2 + 6 + 18 + 54 + 162 = 242.
6. Contoh aplikasi geometri dalam kehidupan
Dalam suatu model, jumlah bakteri menjadi dua kali lipat setiap satu jam. Jika mula-mula terdapat 5 bakteri, berapa jumlah bakteri setelah 6 jam?
Jumlah awal 5, rasio 2. Setelah 6 jam berarti terjadi 6 kali pelipatan:
Catatan: model ini menganggap kondisi pertumbuhan tetap dan tidak ada bakteri yang mati atau faktor pembatas.
Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 16 meter. Setiap pantulan mencapai setengah dari tinggi sebelumnya. Berapa tinggi pantulan ke-4?
Tinggi pantulan membentuk barisan 8, 4, 2, 1, ... karena pantulan pertama adalah setengah dari tinggi awal.
a = 8, r = 12, n = 4.
Panitia menyusun paket hadiah. Baris pertama berisi 3 paket, baris kedua 6 paket, baris ketiga 12 paket, dan seterusnya. Jika terdapat 5 baris, berapa jumlah paket seluruhnya?
a = 3, r = 2, n = 5.
D. Perbedaan Barisan Aritmetika dan Geometri
| Aspek | Aritmetika | Geometri |
|---|---|---|
| Pola | Selisih tetap | Perbandingan tetap |
| Nama nilai tetap | Beda (b) | Rasio (r) |
| Operasi | Tambah atau kurang | Kali atau bagi |
| Contoh | 3, 7, 11, 15, ... | 3, 6, 12, 24, ... |
| Suku ke-n | a + (n − 1)b | a × rn−1 |
E. Ringkasan Rumus
| Materi | Rumus |
|---|---|
| Beda aritmetika | b = U2 − U1 |
| Suku ke-n aritmetika | Un = a + (n − 1)b |
| Jumlah deret aritmetika | Sn = n2(a + Un) |
| Rasio geometri | r = U2U1 |
| Suku ke-n geometri | Un = a × rn−1 |
| Jumlah geometri (r > 1) | Sn = a × rn − 1r − 1 |
| Jumlah geometri (r < 1) | Sn = a × 1 − rn1 − r |
Keterangan: a = suku pertama, b = beda, r = rasio, n = nomor atau banyak suku, Un = suku ke-n, dan Sn = jumlah n suku pertama.
F. Latihan Soal
Kerjakan soal berikut secara mandiri. Tuliskan langkah penyelesaian, bukan hanya jawabannya. Kunci dan pembahasan tersedia setelah latihan.
Bagian 1 – Barisan dan Deret Aritmetika
Bagian 2 – Barisan dan Deret Geometri
Bagian 3 – Soal Aplikasi
G. Kunci Jawaban dan Pembahasan
Cobalah mengerjakan terlebih dahulu. Klik setiap nomor untuk membuka jawaban dan pembahasannya.
Nomor 1 – Jawaban C (5)
Nomor 2 – Jawaban C (47)
Nomor 3 – Jawaban C (62)
Nomor 4 – Jawaban B (4)
Nomor 5 – Jawaban B (110)
Nomor 6 – Jawaban C (124)
Nomor 7 – Jawaban B (3)
Nomor 8 – Jawaban C (96)
Nomor 9 – Jawaban C (1/3)
Nomor 10 – Jawaban C (162)
Nomor 11 – Jawaban B (30)
Nomor 12 – Jawaban D (93)
Nomor 13 – Jawaban Rp50.000
Nomor 14 – Jawaban 444 kursi
Nomor 15 – Jawaban 0,75 meter
Nomor 16 – Jawaban 96 tanaman
Nomor 17 – Jawaban 185 lampu
Nomor 18 – Jawaban 186 cm
Refleksi Pembelajaran
- Apa perbedaan barisan dan deret?
- Bagaimana cara membedakan barisan aritmetika dan geometri?
- Apa yang dimaksud dengan beda dan rasio?
- Kapan kita menggunakan rumus suku ke-n dan kapan menggunakan rumus jumlah n suku pertama?
- Sebutkan satu contoh pola aritmetika dan satu contoh pola geometri dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika Ada di Sekitar Kita!
Pola bilangan dapat ditemukan pada tabungan yang bertambah teratur, susunan kursi, pola ubin, pertumbuhan, dan pantulan bola. Dengan memahami barisan dan deret, kita belajar melihat keteraturan dan memprediksi apa yang terjadi berikutnya.
Amati polanya, pahami aturannya, lalu temukan jawabannya!
