Mengenal Irisan Kerucut
Dari bentuk geometri menuju persamaan matematika: lingkaran, elips, parabola, dan hiperbola.
Pelajari bagaimana posisi bidang menghasilkan bentuk kurva yang berbeda.
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian irisan kerucut.
- Mengidentifikasi empat jenis kurva utama.
- Membedakan bentuk dasar persamaan setiap kurva.
- Menghubungkan bentuk geometri dengan persamaan aljabar.
1. Apa itu irisan kerucut?
Irisan kerucut (conic sections) adalah kurva yang terbentuk ketika sebuah bidang datar memotong kerucut ganda. Bentuk kurva bergantung pada arah dan posisi bidang pemotong.
Perhatikan posisi bidang pemotong dan bentuk kurva yang dihasilkan.
2. Bentuk Dasar Persamaan
Berikut bentuk standar kurva yang berpusat atau berpuncak di sekitar titik asal. Unsur-unsur kurva akan dibahas lebih mendalam pada paket berikutnya.
Jika pusatnya (0, 0), jari-jari lingkaran adalah r.
Kurva tertutup dengan dua sumbu yang umumnya berbeda panjang.
Bentuk ini membuka ke kanan jika p > 0.
Bentuk ini membuka ke kanan dan kiri.
3. Jelajahi Bentuk Kurva
Pilih jenis kurva untuk melihat grafik sederhana dan ciri utamanya.
Lingkaran
Semua titik pada lingkaran berjarak 3 satuan dari pusat (0, 0).
4. Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh 1. Diketahui persamaan x² + y² = 25. Tentukan jenis kurva, pusat, dan jari-jarinya.
Penyelesaian:
Bentuk standar lingkaran berpusat di (h, k) adalah:
Dari persamaan x² + y² = 25, diperoleh h = 0, k = 0, dan r² = 25, sehingga r = 5.
Contoh 2. Perhatikan persamaan x²/25 + y²/9 = 1. Tentukan jenis kurva dan panjang sumbu-sumbunya.
Penyelesaian: Kedua suku kuadrat dijumlahkan dengan penyebut positif, sehingga persamaan tersebut merupakan elips. Karena 25 lebih besar daripada 9 dan berada di bawah x², sumbu mayor terletak horizontal.
5. Latihan Pemahaman
Pilih jawaban yang paling tepat, lalu tekan Periksa Jawaban.
6. Rangkuman
- Lingkaran: bentuk standar memiliki penjumlahan x² dan y² dengan koefisien sama.
- Elips: bentuk standar memiliki penjumlahan dua suku kuadrat dengan penyebut positif.
- Parabola: bentuk standar memiliki satu variabel yang dikuadratkan.
- Hiperbola: bentuk standar memiliki selisih dua suku kuadrat.