Navigasi Materi

Excel Math Lab #5

EXCEL MATH LAB • MATERI 5

Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok dan Histogram

Susun data nilai menjadi kelas-kelas interval, hitung frekuensinya, lalu amati histogram yang berubah otomatis saat data diedit.

1. Apa itu distribusi frekuensi berkelompok?

Jika jumlah data cukup banyak, daftar angka satu per satu akan sulit dibaca. Distribusi frekuensi berkelompok merangkum data ke dalam beberapa interval kelas dan menunjukkan banyaknya data pada setiap interval.

  • Interval kelas: rentang nilai, misalnya 50–59.
  • Frekuensi: banyak data yang masuk ke interval tersebut.
  • Histogram: diagram batang yang menampilkan frekuensi untuk interval kelas yang berurutan. Batangnya umumnya saling berdempetan.
Bedakan: tabel pada simulasi ini menghitung frekuensi berdasarkan batas kelas bilangan bulat, misalnya kelas 50–59 berarti nilai dari 50 sampai kurang dari 60. Karena itu, nilai 59,5 tidak dimasukkan ke kelas 50–59.

2. Spreadsheet data nilai

Data contoh berikut berisi 20 nilai siswa. Ubah angka di kolom B untuk melihat tabel frekuensi dan histogram diperbarui otomatis. Kosongkan sel jika ingin mengeluarkan data itu dari perhitungan.

Sel aktif:fx
AB
1Nama SiswaNilai
2Siswa 1
3Siswa 2
4Siswa 3
5Siswa 4
6Siswa 5
7Siswa 6
8Siswa 7
9Siswa 8
10Siswa 9
11Siswa 10
12Siswa 11
13Siswa 12
14Siswa 13
15Siswa 14
16Siswa 15
17Siswa 16
18Siswa 17
19Siswa 18
20Siswa 19
21Siswa 20
Nilai yang dihitung harus berada pada rentang 0–100.

3. Menentukan interval kelas

Contoh ini menggunakan enam kelas dengan lebar kelas 10: 50–59, 60–69, 70–79, 80–89, 90–99, dan 100–109. Kelas terakhir disediakan agar nilai sampai 100 tetap tertampung.

Banyak data valid20
Nilai minimum52
Nilai maksimum97
Total frekuensi20

4. Tabel distribusi frekuensi

Interval kelasBatas bawahBatas atasFrekuensi
50–5950592
60–6960694
70–7970796
80–8980895
90–9990993
100–1091001090
Jumlah20

5. Histogram interaktif

Tinggi setiap batang menunjukkan frekuensi pada interval kelas tersebut. Perhatikan bagaimana bentuk histogram berubah saat nilai siswa diubah.

Sumbu mendatar: interval nilai. Sumbu tegak: frekuensi (jumlah siswa).

6. Rumus Excel yang dapat dicoba

Jika data nilai berada pada B2:B21, frekuensi untuk kelas 50–59 dapat dihitung menggunakan COUNTIFS:

=COUNTIFS(B2:B21,">=50",B2:B21,"<60")

Untuk kelas 60–69:

=COUNTIFS(B2:B21,">=60",B2:B21,"<70")

Untuk kelas 70–79:

=COUNTIFS(B2:B21,">=70",B2:B21,"<80")

Prinsipnya, batas bawah menggunakan tanda lebih besar atau sama dengan, sedangkan batas atas menggunakan tanda kurang dari batas kelas berikutnya.

Catatan: histogram yang dibuat di simulasi ini merupakan visualisasi sederhana dari tabel frekuensi. Di Excel sungguhan, histogram juga dapat dibuat melalui Insert → Insert Statistic Chart → Histogram (nama menu bisa berbeda menurut versi Excel).

7. Latihan singkat

Soal 1. Jika interval kelas adalah 60–69, angka 69,5 masuk ke interval tersebut?

Soal 2. Jika frekuensi kelas 70–79 adalah 6, apa artinya?

8. Tantangan mini

Ubah beberapa nilai agar lebih banyak siswa mendapat nilai 80–89. Amati frekuensi dan tinggi batang pada interval 80–89. Lalu jelaskan hubungan antara tabel distribusi frekuensi dan histogram.

Kesimpulan: tabel distribusi frekuensi merangkum banyaknya data dalam setiap interval, sedangkan histogram menyajikan informasi yang sama secara visual.