Barisan dan Deret Aritmetika & Geometri
Kenali pola bilangan, temukan rumusnya, dan gunakan matematika untuk memahami pertumbuhan, tabungan, susunan benda, serta berbagai masalah kehidupan sehari-hari.
🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:- Mengidentifikasi pola dan menentukan suku suatu barisan.
- Membedakan barisan aritmetika dan geometri.
- Menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama.
- Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret.
- Menjelaskan strategi penyelesaian secara logis dan sistematis.
1. Memahami Barisan dan Deret
Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang mengikuti pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku.
Contoh:
Bilangan-bilangan tersebut merupakan barisan. Jika suku-sukunya dijumlahkan, kita memperoleh deret:
Perbedaan penting: barisan berisi urutan bilangan, sedangkan deret merupakan penjumlahan suku-suku barisan.
2. Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan yang mempunyai selisih tetap antara dua suku berurutan. Selisih tetap ini disebut beda dan dilambangkan dengan \(b\) atau \(d\).
Selisih setiap dua suku berurutan:
\(7-3=4\)
\(11-7=4\)
\(15-11=4\)
Jadi, beda barisan tersebut adalah \(b=4\).
Rumus suku ke-n
Keterangan:
- \(U_n\): suku ke-n
- \(a\): suku pertama
- \(n\): nomor suku
- \(b\): beda
Contoh soal 1
Diketahui barisan \(5, 9, 13, 17,\ldots\). Tentukan suku ke-20.
\(a=5\), \(b=9-5=4\), dan \(n=20\).
Gunakan rumus:
\[U_n=a+(n-1)b\] \[U_{20}=5+(20-1)4\] \[U_{20}=5+19(4)\] \[U_{20}=5+76\]🔎 Eksplorasi Interaktif 1: Barisan Aritmetika
Geser nilai suku pertama dan beda. Amati perubahan suku-sukunya.
Coba ubah beda menjadi negatif. Apakah suku-sukunya semakin kecil?
3. Deret Aritmetika
Deret aritmetika adalah penjumlahan suku-suku suatu barisan aritmetika.
Rumus jumlah n suku pertama
Karena \(U_n=a+(n-1)b\), rumus tersebut juga dapat ditulis:
Mengapa rumusnya demikian?
Misalkan:
\[S_n=a+(a+b)+(a+2b)+\cdots+U_n\]Tulis kembali deret dalam urutan terbalik:
\[S_n=U_n+\cdots+(a+2b)+(a+b)+a\]Jika kedua baris dijumlahkan, setiap pasangan bernilai \(a+U_n\). Terdapat \(n\) pasangan, sehingga:
\[2S_n=n(a+U_n)\]Dengan demikian:
\[\boxed{S_n=\frac{n(a+U_n)}{2}}\]Contoh soal 2
Tentukan jumlah 20 suku pertama dari barisan \(2,5,8,11,\ldots\).
\(a=2\), \(b=3\), \(n=20\).
Tentukan suku ke-20 terlebih dahulu:
\[U_{20}=2+(20-1)3\] \[U_{20}=2+57=59\]Hitung jumlah 20 suku pertama:
\[S_{20}=\frac{20}{2}(2+59)\] \[S_{20}=10(61)\]4. Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan yang mempunyai rasio tetap antara dua suku berurutan. Rasio dilambangkan dengan \(r\).
Perbandingan dua suku berurutan:
\[\frac{6}{2}=3\] \[\frac{18}{6}=3\]Jadi, rasionya adalah \(r=3\).
Rumus suku ke-n
Keterangan:
- \(a\): suku pertama
- \(r\): rasio
- \(n\): nomor suku
Contoh soal 3
Diketahui barisan \(3,6,12,24,\ldots\). Tentukan suku ke-8.
\(a=3\), \(r=\frac{6}{3}=2\), dan \(n=8\).
\[U_n=ar^{n-1}\] \[U_8=3(2)^{8-1}\] \[U_8=3(2^7)\] \[U_8=3(128)\]🔎 Eksplorasi Interaktif 2: Barisan Geometri
Ubahlah suku pertama dan rasio untuk melihat bagaimana pola perkalian membentuk barisan.
Perhatikan: jika rasio negatif, tanda suku akan berganti-ganti. Jika rasio berada di antara 0 dan 1, nilai mutlak suku cenderung mengecil.
5. Deret Geometri
Deret geometri merupakan penjumlahan suku-suku suatu barisan geometri.
Rumus jumlah n suku pertama
Untuk \(r\ne1\), rumusnya adalah:
Rumus yang setara adalah:
Kedua rumus tersebut memberikan hasil yang sama. Pilih bentuk yang paling mudah digunakan.
Jika \(r=1\), semua sukunya sama dengan \(a\), sehingga \(S_n=na\).
Contoh soal 4
Hitung jumlah 6 suku pertama dari deret \(2+6+18+54+\cdots\).
\(a=2\), \(r=3\), dan \(n=6\).
\[S_n=\frac{a(r^n-1)}{r-1}\] \[S_6=\frac{2(3^6-1)}{3-1}\] \[S_6=\frac{2(729-1)}{2}\] \[S_6=728\]6. Deret Geometri Tak Hingga
Deret geometri tak hingga adalah deret yang mempunyai suku tanpa batas.
Jika rasio memenuhi \(|r|<1\), jumlah deret tak hingga memiliki nilai hingga, yaitu:
Contoh soal 5
Tentukan jumlah deret:
\[ 12+6+3+\frac{3}{2}+\cdots \]\(a=12\), dan \(r=\frac{6}{12}=\frac12\).
Karena \(|r|<1\), gunakan rumus:
\[S_\infty=\frac{a}{1-r}\] \[S_\infty=\frac{12}{1-\frac12}\] \[S_\infty=\frac{12}{\frac12}\]7. Perbandingan Aritmetika dan Geometri
| Aspek | Aritmetika | Geometri |
|---|---|---|
| Pola | Penjumlahan atau pengurangan dengan beda tetap | Perkalian atau pembagian dengan rasio tetap |
| Besaran tetap | Beda \(b\) | Rasio \(r\) |
| Suku ke-n | \(a+(n-1)b\) | \(ar^{n-1}\) |
| Jumlah n suku | \(\frac{n}{2}(a+U_n)\) | \(\frac{a(r^n-1)}{r-1}\), untuk \(r\ne1\) |
| Contoh | 4, 7, 10, 13, ... | 4, 12, 36, 108, ... |
8. Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
A. Kursi di gedung pertunjukan
Baris pertama memiliki 12 kursi. Setiap baris berikutnya memiliki 3 kursi lebih banyak. Jika terdapat 10 baris, berapa jumlah seluruh kursi?
B. Pertumbuhan bakteri
Sebuah populasi bakteri berjumlah 100 dan menjadi dua kali lipat setiap periode pengamatan. Berapa jumlah bakteri setelah 5 kali pelipatan?
Model ini mengasumsikan pelipatan berlangsung tepat dua kali pada setiap periode.
C. Tabungan dengan setoran bertambah tetap
Seseorang menabung Rp10.000 pada minggu pertama. Setiap minggu, setoran bertambah Rp5.000. Berapa total setoran selama 8 minggu?
9. Latihan Soal
Kerjakan terlebih dahulu secara mandiri. Klik tombol untuk memeriksa kunci dan pembahasannya.
Diketahui barisan \(7,11,15,19,\ldots\). Tentukan suku ke-25.
\(a=7\), \(b=4\), \(n=25\).
\[U_{25}=7+(25-1)4\] \[U_{25}=7+96=\boxed{103}\]Hitung jumlah 15 suku pertama dari \(4+7+10+13+\cdots\).
\(a=4\), \(b=3\), \(n=15\).
\[U_{15}=4+14(3)=46\] \[S_{15}=\frac{15}{2}(4+46)\] \[S_{15}=\frac{15}{2}(50)=\boxed{375}\]Diketahui barisan \(5,15,45,135,\ldots\). Tentukan suku ke-7.
\(a=5\), \(r=3\), \(n=7\).
\[U_7=5(3^{6})\] \[U_7=5(729)=\boxed{3645}\]Hitung jumlah 5 suku pertama dari \(3+6+12+24+\cdots\).
\(a=3\), \(r=2\), \(n=5\).
\[S_5=\frac{3(2^5-1)}{2-1}\] \[S_5=3(31)=\boxed{93}\]Tentukan jumlah deret \(20+10+5+\frac52+\cdots\).
\(a=20\), \(r=\frac12\). Karena \(|r|<1\), deret mempunyai jumlah hingga.
\[S_\infty=\frac{20}{1-\frac12}\] \[S_\infty=\frac{20}{\frac12}=\boxed{40}\]Sebuah aula memiliki 15 baris kursi. Baris pertama terdiri atas 20 kursi dan setiap baris berikutnya bertambah 2 kursi. Tentukan jumlah seluruh kursi.
\(a=20\), \(b=2\), \(n=15\).
\[U_{15}=20+14(2)=48\] \[S_{15}=\frac{15}{2}(20+48)\] \[S_{15}=\frac{15}{2}(68)=\boxed{510}\]Jadi, aula memiliki 510 kursi.
Suatu barisan aritmetika mempunyai suku pertama 6 dan suku ke-12 sebesar 39. Tentukan bedanya.
Suatu barisan geometri mempunyai suku pertama 4 dan suku ke-5 sebesar 324. Jika rasionya positif, tentukan rasio tersebut.
Tentukan apakah barisan \(81,27,9,3,\ldots\) termasuk aritmetika atau geometri. Tentukan suku ke-6.
Setoran mingguan seseorang membentuk barisan aritmetika. Setoran minggu pertama Rp15.000 dan minggu ke-10 Rp60.000. Tentukan total setoran selama 10 minggu.
10. Refleksi Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, renungkan pertanyaan berikut:
- Bagaimana cara membedakan barisan aritmetika dengan barisan geometri?
- Mengapa rumus jumlah deret aritmetika melibatkan rata-rata suku pertama dan suku terakhir?
- Dalam situasi apa pertumbuhan geometri lebih tepat digunakan daripada pertumbuhan aritmetika?
