MATEMATIKA SMA · STATISTIKA DAN PELUANG
Aturan Pencacahan dan Peluang
Menghitung banyak kemungkinan, memilih atau menyusun objek, dan menentukan peluang suatu kejadian.
1. Aturan pencacahan
Aturan pencacahan digunakan untuk menghitung banyak cara atau kemungkinan tanpa menuliskan semua kemungkinan satu per satu.
A. Aturan penjumlahan
Jika memilih salah satu dari beberapa kelompok pilihan yang tidak tumpang tindih, jumlahkan banyak pilihannya.
Contoh: tersedia 4 jus atau 3 jenis susu. Memilih satu minuman dapat dilakukan dengan \(4+3=7\) cara.
B. Aturan perkalian
Jika kegiatan terdiri atas beberapa tahap, kalikan banyak pilihan pada setiap tahap.
Contoh: 3 baju dan 2 celana menghasilkan \(3\times2=6\) pasangan pakaian.
Contoh soal
Sebuah paket terdiri atas satu makanan dari 3 pilihan, satu minuman dari 4 pilihan, dan satu buah dari 2 pilihan. Banyak paket berbeda:
2. Faktorial
Faktorial bilangan bulat positif \(n\), ditulis \(n!\), adalah hasil kali bilangan bulat positif dari 1 sampai \(n\).
Contoh:
Secara khusus, \(0!=1\).
Mengapa \(0!=1\)?
Nilai ini ditetapkan agar rumus-rumus faktorial konsisten. Secara intuitif, ada satu cara menyusun nol objek: tidak melakukan apa-apa.
3. Permutasi: urutan diperhatikan
Permutasi digunakan ketika memilih atau menyusun objek dan urutannya berpengaruh.
Rumus ini menghitung banyak susunan \(r\) objek yang dipilih dari \(n\) objek berbeda tanpa pengulangan.
Contoh
Dari 5 siswa akan dipilih ketua, sekretaris, dan bendahara. Karena jabatannya berbeda, urutan diperhatikan.
Jika semua \(n\) objek berbeda disusun, banyak caranya adalah \(n!\).
4. Kombinasi: urutan tidak diperhatikan
Kombinasi digunakan ketika memilih objek dan urutan pemilihannya tidak penting.
Contoh
Dari 5 siswa dipilih 3 orang untuk menjadi tim lomba. Tidak ada jabatan khusus, sehingga urutan tidak diperhatikan.
Permutasi
Urutan penting. Contoh: juara 1, 2, dan 3.
Kombinasi
Urutan tidak penting. Contoh: memilih anggota tim.
5. Konsep dasar peluang
Untuk ruang sampel berhingga dengan semua hasil sama mungkin, peluang kejadian \(A\) adalah:
\(n(A)\) adalah banyak hasil yang mendukung kejadian \(A\), sedangkan \(n(S)\) adalah banyak seluruh hasil dalam ruang sampel.
- \(P(A)=0\): kejadian mustahil.
- \(P(A)=1\): kejadian pasti.
Contoh: melempar dadu
Sebuah dadu seimbang dilempar. Kejadian \(A\) adalah muncul bilangan genap, yaitu \(\{2,4,6\}\). Ada 3 hasil yang mendukung dari 6 hasil yang mungkin.
6. Peluang komplemen dan kejadian majemuk
A. Peluang komplemen
Komplemen \(A\), ditulis \(A^c\), berarti kejadian \(A\) tidak terjadi.
Jika \(P(A)=0,3\), maka \(P(A^c)=1-0,3=0,7\).
B. Peluang gabungan
Untuk dua kejadian \(A\) dan \(B\):
Irisan dikurangi agar hasil yang termasuk dalam kedua kejadian tidak dihitung dua kali.
C. Kejadian saling lepas
Jika dua kejadian tidak dapat terjadi bersamaan, \(P(A\cap B)=0\), sehingga:
D. Kejadian independen
Jika terjadinya \(A\) tidak memengaruhi peluang \(B\):
Contoh: peluang gambar pada koin dan angka 6 pada dadu:
E. Peluang bersyarat
Peluang \(A\) jika diketahui \(B\) terjadi:
7. Memilih konsep yang tepat
| Situasi soal | Konsep |
|---|---|
| Menghitung pilihan dari beberapa tahap | Aturan perkalian |
| Memilih satu dari kelompok pilihan berbeda | Aturan penjumlahan |
| Memilih dan menyusun jabatan atau posisi | Permutasi |
| Memilih kelompok tanpa peran khusus | Kombinasi |
| Menghitung hasil yang mendukung kejadian | Peluang klasik |
| Menghitung peluang kejadian tidak terjadi | Komplemen |
| Dua kejadian terjadi bersama | Periksa independensi atau gunakan peluang irisan |
8. Latihan interaktif
Pilih jawaban, lalu klik Periksa jawaban. Kunci dan pembahasan dapat dibuka satu per satu.
9. Refleksi belajar
- Kapan menggunakan aturan penjumlahan dan kapan menggunakan aturan perkalian?
- Apa perbedaan permutasi dan kombinasi?
- Bagaimana menentukan ruang sampel dan kejadian?
- Mengapa independensi perlu diperiksa sebelum mengalikan peluang?
Materi Kelas-Matematika.com · Tentukan konsep yang tepat, hitung dengan teliti, dan periksa kembali hasilnya.
