Dua buah segitiga dikatakan sebangun apabila memiliki :
1.Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
2.Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama besar
Sisi-sisi yang bersesuaian adalah sisi-sisi yang diapit oleh sudut yang
sama.
Sisi a dan d sama-sama diapit oleh sudut α dan γ.
Sisi b dan e sama-sama diapit oleh sudut γdan β.
Sisi c dan f sama-sama diapit oleh sudut α dan
β.
Sehingga perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian tersebut sama.
Ditulis :
Apabila dua buah segitiga diketahui dua buah sudutnya sama besar, maka
sudutnya yang ketiga juga pasti sama besar.
Maka, untuk mengetahui apakah dua buah segitiga sebangun cukup hanya dengan mengetahui dua buah sudutnya
sama besar.
Gambar di atas menunjukkan dua buah segitiga yang sebangun.
Pada gambar (i) kedua segitiga bertumpuk menjadi satu sehingga salah satu
sudutnya berimpit, yaitu sudut'
Garis e sejajar f ditulis e‖f , maka :
kedua sudut merupakan sudut sehadap yang besarnya sama, dan
kedua sudut juga sudut sehadap sehingga besarnya sama.
Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian yaitu sisi yang menghubungkan dua buah sudut yang sama besar, maka berlaku rumus sebagai berikut :
a dan a+b sama-sama menghubungkan sudut dan
c dan c+d sama-sama menghubungkan sudut dan
e dan f sama-sama menghubungkan sudut dan
Gambar berikut menunjukkan 2 buah segitiga beserta perbandingan
sisi-sisinya :
a dan f sama-sama menghubungkan sudut dan
b dan d sama-sama menghubungkan sudut dan
c dan e sama-sama menghubungkan sudut dan
Pada gambar berikut terdapat dua buah segitiga sebangun. Pada segitiga berikut e dan f sejajar ditulis e‖f, maka:
kedua sudutmerupakan sudut dalam berseberangan sehingga besarnya
sama,
kedua sudut merupakan sudut dalam berseberangan sehingga besarnya sama, dan
Kedua sudut merupakan sudut bertolak belakang sehingga besarnya sama. Maka
perbandingan sisi-sisinya adalah sebagai berikut :
Pada gambar (i) berikut terdapat dua buah segitiga sebangun yang salah
satu sudutnya berimpit. Kalau kedua segitiga tersebut dipisahkan maka
keduanya dapat digambarkan seperti paga gambar (ii) berikut.
Pada segitiga berikut terdapat dua segitiga yang sebangun dan salah satu
sudutnya berimpit yaitu . Jika salah satu sudutnya yang lain diketahui sama misalnya , maka pasti sudut lainnya yang belum diketahui pada kedua
segitiga itu pun sama yaitu :
Selanjutnya kita tinggal membandingkan sisi-sisi yang bersesuaian, yaitu
a dan f sama-sama menghubungkan sudut dan
b+c dan d sama-sama menghubungkan sudut dan
d+e dan c sama-sama menghubungkan sudut dan
Maka perbandingan sisi-sisinya adalah sebagai berikut:
Pada gambar berikut terdapat sebuah segitiga siku-siku dan dari sudut
penyikunya ditarik garis tinggi ke sisi miring(hipotenusa)nya.
Sehingga didapat tiga buah segitiga sebangun.
Jika kita membandingkan segitiga kecil yang atas dan bawah maka
ditemukan
sisi a dan d sama-sama menghubungkan sudut dan
sisi b dan e sama-sama menghubungkan sudut dan sudut siku-siku.
sisi e dan c sama-sama menghubungkan sudut dan sudut siku-siku.
Sehingga didapat perbandingan sebagai berikut :
Dari perbadingan itu dapat diturunkan rumus yaitu :
Selain itu kita juga dapat membandingkan segitiga kecil bagian atas
dengan segitiga paling besar, yaitu sebagai berikut :
sisi a dan b+c sama-sama menghubungkan sudut dan
sisi b dan a sama-sama menghubungkan sudut dan siku-siku
sisi e dan d sama-sama menghubungkan sudut dan siku-siku.
Sehingga didapat perbandingan sebagai berikut :
Dari perbandingan tersebut dapat diturunkan dua rumus yaitu :
Kita dapat juga membandingkan segitiga kecil bagian bawah dengan
segitiga paling besar :
sisi a dan e sama-sama menghubungkan sudutdan siku-siku
sisi b+c dan d sama-sama menghubungkan sudut dan
sisi d dan c sama-sama menghubungkan sudut dan siku-siku
Sehingga didapat rumus perbandingan sebagai berikut :
Dari perbandingan tersebut dapat diturunkan rumus sebagai berikut:
Dari sebuah segitiga siku-siku yang ditarik titik tingginya dari sudut
siku-sikunya ke sisi miring(hipotenusa)nya, dapat dirangkum rumus-rumus
yang berlaku sebagai berikut :
Laboratorium Matematika · Geometri
Kesebangunan Segitiga
Memahami sudut yang sama besar, sisi yang bersesuaian, dan hubungan panjang sisi pada segitiga sebangun—termasuk tiga segitiga yang terbentuk dari garis tinggi pada segitiga siku-siku.
01 · Konsep Dasar
Apa itu segitiga sebangun?
Dua segitiga dikatakan sebangun apabila sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama.
Sudut bersesuaian
Sudut yang menempati posisi sepadan pada kedua segitiga memiliki ukuran yang sama.
Sisi bersesuaian
Sisi yang menghubungkan pasangan sudut bersesuaian. Panjangnya memiliki perbandingan yang tetap.
Ingat! Dua sudut yang bersesuaian sama besar sudah cukup untuk membuktikan dua segitiga sebangun. Sudut ketiga otomatis sama besar karena jumlah sudut segitiga adalah 180°.
\(\triangle ABC\sim\triangle DEF\)
Jika urutan nama tersebut menyatakan pasangan titik yang bersesuaian, maka A ↔ D, B ↔ E, dan C ↔ F.
02 · Perbandingan Sisi
Menentukan sisi yang bersesuaian
Perhatikan urutan titik pada penulisan kesebangunan. Jika \(\triangle ABC\sim\triangle DEF\), pasangan sisinya adalah AB dengan DE, BC dengan EF, dan AC dengan DF.
\[\frac{AB}{DE}=\frac{BC}{EF}=\frac{AC}{DF}\]
Rumus di atas menggunakan urutan pasangan titik yang sesuai. Jangan memasangkan sisi hanya karena sama-sama terlihat di bagian atas atau bawah gambar; periksa sudut pada kedua ujung sisi.
Penekanan penting: sisi bersesuaian adalah sisi yang menghubungkan dua sudut bersesuaian yang sama besar.
03 · Contoh Terarah
Menghitung panjang sisi yang belum diketahui
Contoh 1
Diketahui \(\triangle ABC\sim\triangle DEF\). Panjang AB = 6 cm, BC = 9 cm, DE = 10 cm. Tentukan EF.
Pembahasan: AB bersesuaian dengan DE, sedangkan BC bersesuaian dengan EF.
Dua sudut pada segitiga pertama masing-masing 42° dan 68°. Segitiga kedua sebangun dengannya. Berapakah sudut ketiga pada kedua segitiga?
\[180^\circ-(42^\circ+68^\circ)=70^\circ\]
Sudut ketiga masing-masing 70°, sehingga ketiga pasangan sudutnya sama besar.
04 · Aplikasi Penting
Garis tinggi pada segitiga siku-siku
Jika garis tinggi ditarik dari sudut siku-siku menuju sisi miring, segitiga besar terbagi menjadi dua segitiga kecil. Ketiga segitiga tersebut sebangun satu sama lain.
Gunakan notasi berikut: sisi miring \(AB=c\), bagian sisi miring \(AD=m\) dan \(DB=n\), serta garis tinggi \(CD=h\). Maka \(c=m+n\).
Teorema tinggi
\[h^2=mn\]
Kuadrat garis tinggi sama dengan hasil kali dua bagian sisi miring.
Teorema kaki segitiga
\[AC^2=c\,m\]
\[BC^2=c\,n\]
Kuadrat setiap kaki sama dengan sisi miring dikali proyeksi kaki tersebut pada sisi miring.
Hati-hati: pastikan label m dan n sesuai dengan kaki segitiga yang sedang dihitung. Jika gambar memakai huruf berbeda, tentukan dulu pasangan sisi bersesuaiannya.
Contoh 3
Sisi miring terbagi menjadi AD = 4 cm dan DB = 9 cm. Tentukan panjang garis tinggi CD.
\[h^2=4\times9=36\Rightarrow h=6\text{ cm}\]
Jadi, CD = 6 cm.
05 · Ringkasan
Hal yang perlu diingat
Sudut-sudut bersesuaian pada segitiga sebangun sama besar.
Perbandingan sisi-sisi bersesuaian bernilai sama.
Urutan huruf pada simbol kesebangunan menunjukkan pasangan titik yang bersesuaian.
Pada segitiga siku-siku dengan garis tinggi ke sisi miring, terbentuk tiga segitiga yang sebangun.
\[h^2=mn,\qquad a^2=cm,\qquad b^2=cn\]
Pada rumus terakhir, a adalah kaki yang berdekatan dengan bagian m, b berdekatan dengan bagian n, dan c adalah sisi miring.
06 · Uji Pemahaman
Latihan pilihan ganda
Pilih satu jawaban untuk setiap soal, lalu tekan Periksa Jawaban. Kunci dan pembahasan akan muncul setelah diperiksa.
07 · Latihan Uraian
Latihan uraian
Kerjakan soal terlebih dahulu. Jika sudah selesai, klik tombol Lihat kunci dan pembahasan untuk memeriksa jawabanmu.
Soal 1 — Menentukan panjang sisi
Dua segitiga sebangun. Sisi 4 cm pada segitiga kecil bersesuaian dengan sisi 10 cm pada segitiga besar. Jika sisi lain pada segitiga kecil 6 cm, tentukan sisi pasangannya pada segitiga besar.
Kunci jawaban: 15 cm.
Faktor skala = 10 ÷ 4 = 2,5. Maka panjang sisi yang dicari = 6 × 2,5 = 15 cm.
Soal 2 — Menentukan sudut
Segitiga PQR sebangun dengan segitiga XYZ. Jika ∠P = 48° dan ∠Q = 72°, tentukan ∠R dan sudut yang bersesuaian dengannya pada segitiga XYZ.
Kunci jawaban: 60°.
∠R = 180° − 48° − 72° = 60°. Karena kedua segitiga sebangun, sudut yang bersesuaian dengan ∠R juga 60°.
Soal 3 — Garis tinggi
Garis tinggi pada segitiga siku-siku membagi sisi miring menjadi dua bagian, yaitu 5 cm dan 20 cm. Tentukan panjang garis tingginya.
Kunci jawaban: 10 cm.
Gunakan rumus garis tinggi: \(h^2=mn=5\times20=100\). Maka \(h=\sqrt{100}=10\text{ cm}\).
Soal 4 — Menjelaskan alasan
Mengapa dua segitiga yang memiliki dua pasang sudut bersesuaian sama besar pasti sebangun?
Kunci jawaban: Karena jumlah sudut dalam segitiga adalah 180°.
Jika dua pasang sudut bersesuaian sama besar, sudut ketiga juga sama besar. Jadi semua sudut bersesuaian sama besar dan kedua segitiga sebangun.
Belajar pelan-pelan, cocokkan sudut terlebih dahulu, lalu bandingkan sisi yang tepat. 🌷